Disappointed

Kenapa harus keLuargaku Tuhan?? Kenapa??
6 tahun sudah aku dan kedua adikku hidup daLam keLuarga yang broken home. ‘keegoisan’ orang tua sampai anak yang harus jadi korban. Kurang kasih sayang, itu yang aku rasakan terhadap kedua adikku. Ga masaLah orang tua membiarkan aku, toh aku sudah bisa cari makan sendiri, tapi adikku ??. Kasian mereka!!
Tiap maLam nama mereka seLaLu aku bawa daLam DOA, dan tiap maLam juga aku seLaLu berdoa buat kedua orang tuaku supaya mereka ‘kembaLi’, tapi ternyata apa yang aku harapkan TIDAK sesuai dengan kehendakMU.
Ada kerinduanku untuk bisa tinggaL satu atap Lagi bersama papa, mama dan kedua adikku.
Kapan itu bisa terjadi Tuhan, kapan ?? HOPELESS, YA itu yang aku rasakan saat ini !!
Mereka mengambiL keputusan tanpa memikirkan perasaan anak-anaknya.

“KEHENDAKMU YANG TERJADI BUKAN KEHENDAKKU”
ItuLah yang terjadi. DuLu aku merasa papa meninggaLkan keLuargaku (mama, aku dan kedua adikku), sekarang mama meninggaLkan aku dan kedua adikku 😥
Tuhan kami bertiga merasa kesepian ?? Dimana orang tua kami yang duLu. Kami bertiga merindukannya!!

Saat ini rasa kebencian bertumbuh daLam hatiku. KECEWA?? SANGAT!! Kenapa ini harus terjadi, Tuhan ……
Tidak henti-hentinya Engkau berikan cobaan buat aku dan keLuargaku.

Engkau yang Lebih tahu apa yang saat ini aku rasakan. Satu haL yang PASTI, daLam hidupku, aku hanya mengenaL “one father, one mother and 2 brothers” NO ONE ELSE !!!

Advertisements

About annovka

.: SimpLe Woman, cRazy :.

2 responses to “Disappointed

  1. Ada hal yang lebih besar dibalik semua itu. Selain pengharapan, usaha (mungkin) adalah yang perlu dilakukan. Terkadang, kita yang mengalaminya sendiri yang akan tahu jalan keluarnya.

    Saya tidak pernah mengalami hal yang seperti ini. Sehingga saya tidak bisa menggurui. Namun, ada satu pembelajaran hidup yang saya bisa dapat dari cerita ini, yang akhirnya mengingatkan saya. Harapan selalu ada dalam diri manusia. Harapan, itulah-bahasa halus dari-sebuah motivasi untuk berjuang. Harapan, akan surut dan juga akan mengembang. Tergantung tantangan yang membentur harapan.

    Tetaplah dalam harapan, untuk usaha memperjuangkan harapan. Karena hidup adalah berjuang untuk hidup. Terima kasih karena pengalaman dan pergumulanmu telah memberikan arti terbesar bagi setiap orang yang pernah punya keluarga.

    Saya kutip kembali kata-katamu, biarlah “Kehendak-MU yang terjadi bukan kehendak-KU”.
    Semoga Dia senantiasa memberkatimu. Dan suatu saat nanti, lewat dirimu, Dia akan mempersatukan kembali keluargamu. AMIN.

  2. Thanks buat masukanna 🙂
    Tapi yang pasti, baik diriku maupun ke 2 adikku, ‘mereka’ tetap tidak akan kembaLi Lagi seperti yang duLu 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

’bout me

My seLf

Image

twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

%d bloggers like this: